Hmmm...Iqbal.... Nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku,aku merupakan keturunan Madura-Jawa.
Seorang remaja yang masih mencari jati dirinya.Berpawakan kurus tapi berisi,bulu mata lentik,dan juga dahi dipenuhi jerawat.
Sebenarnya aku bukan termasuk orang yang cukup baik,sedikit tegaan,kadang menakutkan untuk dilihat,kadang juga geli untuk dilihat.
Siapa sangka ternyata aku berkepribadian ganda,semua itu terjadi 3 tahun yang lalu.
Seorang wanita yang aku anggap saudara perempuanku sendiri,pergi melanjutkan pendidikannya di Tokyo.
Namanya adalah Lola Marsela,dia cantik,juga sedikit jail kepadaku,tetapi dia menjadi Motivator dalam hidupku belakangan ini.
Dia pergi ke Tokyo tanpa mengucapkan sepatah apapun kepadaku.
Sedih ? Tentu saja,aku merasa seperti kehilangan sebuah lilin dalam ruang hiduku yang gelap.
Pada suatu malam, aku mencoba melupakan perlahan semua memori kami berdua, tapi tiba-tiba terdengar dari speaker komputer jadulku sebuah suara notifikasi E-Mail masuk.
Pengirim yang menamai dirinya 'The Sun' mengirim E-Mail yang berisi sebuah pencerahan untuk hidupku.
Tapi dalam bentuk bahasa asing yang aku tak paham isi dan artinya,dengan sigap ku copy isi E-mail itu ke dalam bar Google Translate.
'The Sun' menggunakan bahasa Ibrani,aku tak tau siapa sebenarnya dibalik 'The Sun' .Orang iseng ? tidak lah mungkin, hanya orang terdekat saja yang mengetahui Alamat E-Mail pribadiku.
Betapa terkejutnya aku, isi E-mail seseorang yang mengaku 'The Sun' tersebut tau perasaanku pada malam itu.
'The Sun' itu seperti kerabat dekatku yang begitu mengerti siapa aku.
'Berhentilah bersedih,Matahari masih ada. Jangan bersedih, Yang Terlupakan masih hadir dalam hidupmu'
Entah mengapa suasana yang tadinya duka,kini menjadi sebuah Drama.
Malam itu ibarat telah diatur oleh Sang Pembuat Naskah.
Penasaran akan siapa dibalik 'The Sun' tersebut, aku memberanikan diri untuk membalas E-Mail tersebut dalam bahasa Inggris, dan tiba-tiba..... Layar komputer jadulku menjadi hitam,perlahan menjadi putih cerah.
Karna nyaliku yang tiba-tiba menghilang akibat kejadian aneh tadi,ku urungkan niat ku untuk membalas E-Mail tersebut.
Hari demi hari,semakin hilang rasa penasaranku untuk mengetahui siapa 'The Sun' tersebut.
Pada siang hari di Hari Jumat tanggal 17 Juni 2010 , Mamaku membutuhkan bantuanku untuk membelikan Kertas Origami untuk adikku.
Segera aku berangkat menuju Gramedia didekat Perumahanku dengan Sepeda BMX milik adikku.
Siang itu sangat terik,tetapi jalanan tampak sepi.
Kira-kira pada jarak 75 meter dari Gramedia yang berada di Seberang Jalan yang aku lalui,aku pun menyebrang.
Tak lupa aku menengok kanan dan kiri,merasa aman aku pun menyebrang.
Brakkk...!!!!!
Sebuah motor dengan kecepatan lumayan kencang menabrakku.
Pengendara motor itu terpelanting ,sedangkan aku terseret motor kira-kira 6 meter dari tempatku menyebrang.
Setelah itu aku tak sadarkan diri dan berada di dalam Rumah sakit yang tak cukup besar di Daerah Perumahan Taman Aloha.Begitu cerita Tukang Becak yang menjadi saksi kejadian itu.
Saat aku tanya bagaimana keadaan Pengendara itu,tukang becak itu mengatakan bahwa pengendara itu mengalami patah tangan sebelah kanan dan juga beberapa lecet dibagian kaki.
Tetapi bagaimana denganku ? Sebenarnya ini aneh untuk dipercaya,tapi aku hanya mengalami lecet pada kedua tanganku.
Pengemudi itu ternyata menitipkan beberapa lembar uang Dua puluh ribu kepada Suster dari Rumah Sakit untuk biaya tanggung jawab akan kejadian itu.
Seorang suster lainnya mengatakan kemana aku mau pergi,dan aku mengatakan bahwa aku ingin membeli Kertas Origami di Gramedia Taman Aloha.
Tak lama suster itu membawakan Kertas Origami yang harusnya aku beli sendiri di Gramedia,aku pun berterima kasih kepadanya.
Akupun akhirnya pulang dengan diantar tukang becak tadi.
Mamaku menangis dan meminta maaf kepadaku saat mengetahui aku mengalami kejadian itu.
Akupun hanya mengatakan "ma aku gapapa kok,tadi nggak ati-atiae jadinya ya gini,hehe" lalu aku menuju kamar tidurku.
Tepat pada tengah malam, aku terbangun karena mendengar suara notifikasi E-mail masuk dari speaker Komputerku.
Perlahan ku nyalakan layar Monitorku dan terlihat seorang pengirim bernama 'The Sun'.
Segera ku cabut kabel komputerku dari stopkontak,aku merasa takut.
Takut akan terjadinya hal-hal yang tidak aku inginkan seperti siang tadi.
Ku coba untuk memejamkan mataku untuk melanjutkan mimpi indahku,tapi tiba-tiba ada suara keras didalam kepalaku.
Aku merasa pusing,mual,tak terasa darah mengalir dari hidungku.Sekejap kaos ku menjadi merah pekat.
Tak kupedulikan akan hal itu,aku tetap mencoba untuk tidur kembali.Saat kucoba,terdengar suara anak lelaki sedang berbicara kepadaku.Aku berusaha untuk tidak mendengarkannya dan menutup telingaku dengan guling, suara anak itu tetap terdengar.
Saat kucoba untuk memahami perkataannya,aku mulai sadar suara siapa ini.
Aku hafal betul suara anak ini,tetapi mengapa suaranya begitu jelas di dalam pikiranku ? Apakah aku bermimpi ? Aku benar-benar bingung,dan kusadari. ITU SUARAKU SENDIRI.
Anak itu mengatakan sebuah pesan kepadaku ''Kita hampir berhasil menembus awan,hanya satu langkah menuju kejayaan. Tapi semua terlambat,Yang Maha Tinggi mengetahuinya'' lalu dia berhenti.
Sejak kejadian itu,banyak orang mengatakan aku telah melakukan sesuatu yang berbeda.
Tapi aku tak pernah sadar akan hal itu,apakah yang sebenarnya telah aku lakukan ?
Apakah 'Dia' pelakunya ? Hingga tiga tahun ini aku merasa dihantui oleh kenangan-kenangan itu,mungkinkah ini sebuah peringatan ? Apakah sesuatu terjadi kepada Lola ? Akankah sesuatu yan buruk menimpaku di Masa Depan ? Apa ? Aku tak tahu apa sebenarnya rahasia dibalik semua ini,kapan ini akan berhenti ? Kapan kenangan ini akan hilang ?
Dan tiga hari yang lalu,suara anak itu terdengar lagi ''BERHENTILAH MENCARI TAU !! JALANI SAJA HIDUPMU SEBAGAI PENGIKUTKU'' aku benar-benar takut,apa ada sesuatu yang merasuki pikiranku ?
Namun aku masih tak percaya akan sesuatu yang merasuki pikiranku,jadi aku menganggapnya sebagai Kepribadianku yang kedua.
Terserah apa pikiran kalian mengenai aku.
Aku Gila ? Aku Aneh ? Aku Pembohong ?
Aku tidak perduli,aku hanya berbicara jujur akan kejadian aneh yang menimpa hidupku 3 tahun belakangan ini.
Thanks For Reading my little Weird Life